Tips - tips Memperoleh Tubuh Ideal



Jika pada awalnya permasalahan seputar berat badan berlebih mayoritas dipikirkan oleh kaum wanita berkaitan dengan masalah penampilannya, maka saat ini tren “ideal body” tampak sudah menjadi suatu keharusan bagi setiap orang, baik pria maupun wanita. Banyak penyakit yang dapat ditimbulkan akibat obesitas (kegemukan) yang dapat berakibat sangat fatal, misalnya penyakit jantung, darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes, sampai  stroke.  Hal ini membuat masyarakat mulai sadar bahwa menjaga berat badan ideal sangat penting bagi kesehatan. Masyarakat mulai berlomba – lomba untuk mendapatkan suatu  berat badan yang ideal baik untuk kesehatan maupun untuk penampilannya. Upaya – upaya yang dilakukan masyarakat dalam tujuannya memperoleh berat badan ideal antara lain adalah datang ke pusat-pusat kebugaran, menjalani suatu program diet tertentu atau bahkan sampai melakukan tindakan operasi seperti sedot lemak.

Dalam usaha untuk  mencapai berat badan ideal, masyarakat sebaiknya mengetahui bahwa berat badan yang diturunkan terlalu cepat dan tanpa pengawasan dari para praktisi kesehatan, ahli gizi , dan ahli  lainnya dalam bidang terkait,  dapat berdampak tidak baik terhadap tubuh.

  Rumus : BMI = b / t2

b adalah berat badan dalam satuan metrik kilogram dan t adalah tinggi badan dalam meter.

Berikut ini adalah tips – tips untuk memperoleh berat badan ideal secara sehat

Tips diet secara sehat

    1. Persiapkan diri anda untuk diet secara sukses

Pikirkan suatu diet yang sehat dengan cara mengurangi porsi makanan secara bertahap dan terkontrol ketimbang mengurangi porsi makan secara drastis. Daripada sibuk memikirkan kalori yang dikonsumsi, lebih baik baik memikirkan macam – macam sayuran dan buah yang segar untuk dikonsumsi.

    2. Perbanyak asupan air putih

Air dapat membantu dalam membuang zat – zat sisa metabolisme dan racun dalam tubuh, menjaga kesehatan ginjal, dan dapat berefek mengenyangkan.

    3. Makanlah dalam porsi kecil

Manusia tetap membutuhkan zat-zat makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral. Ketimbang menghilangkan salah satu zat tersebut dalam menu  makanan anda, akan lebih baik jika kita makan dalam porsi kecil dan mengatur presentase zat – zat makanan tersebut dengan presentase terbesar adalah serat (sayur dan buah).

    4. Makanlah karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks seperti contohnya adalah gandum utuh, dapat memberikan energi pada tubuh yang lebih lama dan kenyang lebih lama, Gandum utuh mengandung zat antioksidan yang dapat menangkal segala macam radikal bebas dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Sumber karbohidrat kompleks lainnya dapat ditemukan pada kacang – kacangan, buah – buahan, dan sayuran.

    5. Konsumsi lemak yang baik dan hindari lemak jahat

Sumber – sumber lemak yang sehat dibutuhkan oleh organ – organ tubuh dalam menjalankan fungsinya. Makanan – makanan yang mengandung omega-3 dan DHA sangat penting dalam fungsinya menurunkan risiko penyakit – penyakit kardiovaskular dan mencegah kepikunan. Sumber – sumber lemak baik lainnya antara lain: minyak tumbuh – tumbuhan, minyak zaitun, kacang – kacangan seperti almond, buah alpukat, ikan salmon, sardin, minyak biji bunga matahari dan sebagainya.

    6. Konsumsilah protein secara cukup

Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk energi dan sebagai zat pembangun sel yang utama. Kurangnya protein pada tubuh dapat menyebabkan banyak gangguan seperti melemahkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi massa otot melemahkan jantung ,organ pernafasan, dan yang lainnya. Selain protein hewani, cobalah mengonsumsi sumber – sumber protein yang berbeda seperti yang terdapat pada kacang – kacangan, produk – produk kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedelai yang mana memiliki kandungan lemak yang lebih kecil.

    7. Batasi konsumsi gula dan garam

Gula dan garam merupakan zat – zat yang juga dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah yang tidak besar. Konsumsi gula yang berlebih dapat menyebabkan meningkatnya risiko terkena diabetes melitus. Sedangkan konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah yang dapat memicu penyakit – penyakit kardiovaskular dan ginjal. Dengan menjalani program diet yang tinggi serat dan karbohidrat kompleks, secara otomatis dapat mengurangi asupan garan dan gula tersebut.

     8. Jika anda merupakan pasien dengan kondisi kesehatan yang khusus seperti diabetes, darah tinggi, dan

         sebagainya, sebaiknya program diet dilakukan dibawah pengawasan ahli gizi.

Tips berolahraga secara sehat

  1. Walaupun anda sangat bersemangat dalam berolahraga untuk mendapatkan tubuh yang ideal, hendaknya olahraga itupun tidak dilakukan dalam porsi yang terlalu besar, terutama jika anda belum terbiasa berolahraga secara teratur. Perlu diingat, jangan berolahraga sampai lelah dan kembalilah ke aktifitas secara bertahap. Biasanya, mulai dengan frekuensi 3 kali seminggu dengan durasi + 30 menit. Jenis olahraga awal yang dapat dilakukan antara lain adalah senam, joging, berjalan di atas treadmill atau bersepeda. Perlu diketahui bahwa gerakan pemanasan dan pendinginan sangatlah penting. Jika tubuh sudah dapat menyesuaikan dengan aktivitas fisik ini, olahraga jenis high-impact misalnya seperti tennis atau aerobik dapat dilakukan namun  secara bertahap.  
  1. Intensitas latihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70-85% denyut nadi maksimal (DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan: 

DNM = 220 – Umur 

Latihan yang dilakukan untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan diusahakan mencapai 60 - 70 % DNM.

Sebagai contoh: Seseorang dengan usia 40 tahun akan mempunyai DNM = 220 – 40 = 180. Untuk membakar lemak orang tersebut harus berolahraga dengan denyut nadi mencapai: 60% x 180 = 108 s/d 70% x 180 = 126.

       3. Mulailah olahraga semampunya, kemudian ditambah secara perlahan-lahan. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh  (endurance) perlu waktu antara 1/2-1 jam. Untuk membakar lemak perlu waktu lebih lama (lebih dari satu jam).

Sedot lemak (liposuction)

Apabila anda mempertimbangkan untuk melakukan suatu operasi sedot lemak, maka perlu juga dipikirkan hasil yang akan diperoleh serta risiko – risiko yang ditimbulkan. Tentu saja dengan sedot lemak anda dapat memperoleh bentuk tubuh ideal dalam waktu yang relatif singkat. Namun perlu juga diketahui bahwa dalam proses pengerjaannya, banyak risiko yang dapat timbul sebagai contohnya adalah infeksi, kerusakan saraf, kerusakan organ, bekuan darah yang dapat lepas ke dalam aliran darah (emboli) dan dapat menyebabkan kematian, kehilangan banyak cairan (syok) yang juga dapat mengarah pada kematian. Untuk mengurangi risiko – risiko tersebut, tindakan sebelum melakukan operasi sedot lemak ini, sangatlah bijaksana jika terlebih dahulu berkonsultasi pada ahlinya.

Dengan cara yang tepat, maka anda dapat memberoleh suatu bentuk tubuh yang ideal, sekaligus kondisi kesehatan yang optimal yang mana dapat meningkatkan kualitas hidup anda.